Lima tahun yang lalu, setelah kehilangan kedua orang tuanya, kehidupan keduanya berubah. Saya mengundurkan diri dari sekolah dan mulai bekerja, sementara adik saya terus-menerus terjebak dalam kebiasaan berjudi akibat rasa sedih kehilangan orang tua. Baru-baru ini, adik saya menemukan pekerjaan yang cukup menjanjikan, namun ia justru terlibat dalam masalah besar karena mencuri uang dari kantor tempatnya bekerja.
Saya terkejut saat mendengar berita itu, dan akhirnya memutuskan untuk datang ke kantor untuk menemui orang yang disebut sebagai "sensei", yang tampaknya menjadi orang yang bertanggung jawab atas masalah adik saya. Dengan penuh rasa hormat, saya memohon agar adik saya diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Sensei tampaknya terkesan oleh kebaikan saya, dan memberi adik saya kesempatan untuk menyelesaikan masalah itu dalam waktu sepuluh hari.
Saya pun memutuskan untuk menerima tawaran sensei, dan menjadi bagian dari kehidupan sensei selama sepuluh hari. Dalam waktu itu, saya menghabiskan waktu bersama sensei, menjalani momen-momen yang penuh kehangatan dan ketertarikan, dari percakapan yang intim hingga permainan yang terasa penuh keintiman. Setiap hari, saya menikmati kebersamaan dengan sensei, yang menunjukkan perhatian dan kehangatan yang luar biasa.
Pada akhirnya, setelah sepuluh hari penuh kebersamaan, saya pun berpisah dengan sensei, sambil tetap merasakan hubungan yang terjalin antara kita. Dengan kehangatan yang terbawa dari sepuluh hari bersama, saya kembali ke kehidupan sehari-hari, tetapi dalam hati, saya tahu bahwa hubungan yang terjalin antara saya dan sensei akan tetap teringat.