Takashi-san, seorang lelaki yang sering pulang larut malam, terkejut melihat 皆様-san yang sedang menunggunya di rumah. Ia sudah lama tidak pulang, dan 皆様-san sedang menantikan kehadirannya. Di rumah mereka, suasana hangat dan penuh kasih sayang terasa, terutama ketika 皆様-san menyuruhnya cepat-cepat mandi sebelum makan malam. Takashi-san sedikit bingung, tapi ia tahu 皆様-san selalu begitu, penuh perhatian.
Di sisi lain, seorang pelatih, yang ternyata adalah seorang pelajar universitas, sedang menunggu tak lama setelah Takashi-san pulang. Ia mengatakan bahwa ia datang ke rumah Takashi-san karena ingin makan siang bersama. Ia menyatakan bahwa ia sedang mengajar anak-anak di kelas renang, dan ia juga sedang makan siang di sana. Ia sedikit bingung ketika Takashi-san mengatakan bahwa ia sedang menunggu 皆様-san, yang ternyata adalah お母さん-san, ibu dari Takashi-san.
Kisah antara pelatih dan 皆様-san pun berjalan, dengan perasaan yang hangat dan penuh keinginan. Di tengah perbincangan, ia menunjukkan kekasihannya terhadap Takashi-san, dan ia juga menyatakan bahwa ia ingin berada di samping Takashi-san sepanjang waktu. Ia mengatakan bahwa ia ingin membuat Takashi-san bahagia, dan ia juga ingin membahagiakan 皆様-san.
Takashi-san pun terbawa dalam perasaan yang hangat dan penuh keinginan, hingga ia dan 皆様-san berada dalam suasana yang penuh perasaan dan kehangatan. Ia merasa bahagia karena 皆様-san selalu ada untuknya, meskipun ia sering pulang larut malam.
Dari situ, mereka pun berada dalam suasana yang penuh kehangatan, dengan perasaan yang dalam dan penuh makna. Ia merasa bahwa kebahagiaan itu bisa datang dari hal-hal kecil, seperti kehadiran 皆様-san, dan juga kehadiran pelatih yang tulus dan penuh perhatian. Dengan kehangatan dan kebahagiaan itu, mereka pun berada dalam suasana yang penuh makna, dan kebahagiaan itu pun terus berlangsung.