Di sebuah benua yang jauh, manusia telah berperang melawan raja iblis selama bertahun-tahun. Dalam pertarungan itu, seorang wanita yang menerima pesan suci memimpin pemerintahan militer dan terus mengalami kemenangan. Wanita itu, yang sejak lahir memiliki kekuatan untuk mengunci semua musibah dengan mata suci, dikenal sebagai Saintess Freyia. Karena kemurniannya, ia disebut sebagai "Saintess" dan menjadi semangat bagi para prajurit dalam peperangan.
Setelah bertahun-tahun berperang, manusia akhirnya berhasil mengalahkan pasukan iblis. Namun, setelah perang berakhir, rakyat dan negara pun menjadi lelah dan terluka. Freyia bersama para pendeta seperti Johann berusaha menyembuhkan jiwa-jiwa yang terluka dan memberi harapan hidup kembali kepada rakyat. Karena usahanya itu, kota mulai pulih dan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Namun, kekuatan Freyia pun menjadi ancaman bagi para bangsawan yang menguasai negara. Mereka merasa bahwa rakyat terlalu tergila-gila dengan Saintess itu. Dengan demikian, mereka memutuskan untuk menantang Freyia dengan memaksanya menjadi istri mereka.
Di dalam ruangan yang mewah, Freyia menolak ajakan itu dengan tegas. Namun, para bangsawan tidak menyerah begitu saja. Mereka memberinya obat tidur, membuatnya tertidur lelap, dan kemudian menyerangnya dengan cara yang sangat menggoda. Freyia yang tertidur lelap itu pun terjebak dalam kesenangan yang memalukan, dirundungkan oleh kekuatan bangsawan itu.
Tapi Freyia tidak mudah menyerah. Ia berusaha bangkit kembali dan mempertahankan kehormatannya. Ia menantang para bangsawan dengan kekuatan dan kehormatannya, berusaha membuktikan bahwa ia tetaplah seorang Saintess yang murni.
Dalam pertarungan yang sangat intens, Freyia akhirnya berhasil membuktikan kebenarannya. Ia menantang para bangsawan, bahkan menantang mereka dalam pertandingan yang sangat menggoda. Ia tidak hanya membuktikan bahwa ia tetaplah seorang Saintess, tetapi juga membuktikan bahwa ia tetaplah seorang wanita yang kuat dan penuh semangat.
Dengan demikian, Freyia berhasil mempertahankan kehormatannya, dan bangsawan-bangsawan itu pun harus mengakui kekuatan dan kehormatan Saintess yang sejati.