Di sebuah hospital yang sibuk, Mison-san, seorang perawat baru yang masih menyesuaikan diri dengan tugas harian, diberi tanggung jawab penting: merawat keinginan seksual para pasien. Ia diperkenalkan oleh seorang senior, yang memberinya pesan bahwa ini adalah bagian dari tugasnya sebagai seorang perawat. Tugas ini bukan sekadar perawatan biasa, melainkan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh perhatian dan kesabaran.
Dalam sebuah ruangan yang terasa hangat dan penuh kesan intim, Mison-san berhadapan dengan pasien yang sudah lama berada di hospital. Ia harus memberikan perawatan yang tepat, dengan menyesuaikan diri terhadap kebutuhan pasien, yang terkadang cukup menantang. Pasien tersebut terlihat sangat antusias, dan Mison-san pun harus melalui beberapa tahap perawatan yang membutuhkan kesabaran dan keberanian.
Tetapi tugas ini bukan hanya untuk satu pasien. Ia juga harus menangani pasien lain, termasuk seorang yang terkenal dengan keinginan yang sangat tinggi. Ia harus memenuhi harapan mereka dengan cara yang halus namun efektif, menggunakan tangan, mulut, dan bahkan perhatian khusus agar mereka merasa puas.
Mison-san, meskipun awalnya sedikit gugup, perlahan-lahan menemukan kekuatan dan kepercayaan diri dalam tugasnya. Ia belajar bahwa perawatan ini bukan sekadar tugas, melainkan bagian dari hubungan yang terjalin antara perawat dan pasien. Dengan setiap sesi perawatan, ia semakin memahami bagaimana keinginan manusia bisa menjadi hal yang begitu menarik dan menyenangkan.
Dari kegugupan awal hingga kepercayaan diri yang terbangun, Mison-san menunjukkan bahwa ia siap menjadi seorang perawat yang hebat, dengan tugas yang tak hanya menantang, tetapi juga menyenangkan.