Di dalam sebuah ruang kelas yang hangat, seorang guru muda, yang baru mengajar selama dua tahun, sedang berusaha memahami bagaimana cara terbaik untuk berinteraksi dengan para siswanya. Namun, ia masih merasa jauh dari pemahaman tentang perasaan para siswanya. Ia hanya mengajar sesuai buku teks, dan ia mulai bertanya, "Apakah itu cukup?" Tapi di balik ketidaktahuan itu, ada keinginan yang tak terduga—ia ingin disukai oleh semua orang. Namun, keinginan itu terasa mustahil. Tapi jika seseorang terus-menerus menginginkan hal yang mustahil, kapan ia akan berhenti?
Pada malam itu, ia mengundang seseorang ke rumahnya. "Kamu datang, kan? Aku sedang membuat lembar kerja, jadi kamu datang akan sangat berarti bagiku." Di sana, hubungan mereka mulai memanas. Dari sekadar berbicara, mereka berubah menjadi sebuah pertemuan yang penuh kehangatan dan ketertarikan.
Dari situ, hubungan mereka semakin berkembang. Pada akhirnya, ia pun menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tak terduga—ia jatuh cinta pada seorang guru yang begitu memikat. Tapi perasaan itu tak hanya datang dari satu pihak saja. Guru itu pun merasakan hal yang sama. Namun, ia juga punya masalah sendiri. Ia baru saja kehilangan kekasihnya, dan ia pun merasa sedih.
Dari sini, perasaan itu mengubah kehidupan mereka. Guru itu pun mulai merasakan kebahagiaan yang tak terduga, meski ia tahu bahwa ia akan segera pindah ke sekolah lain. Tapi perasaan itu tak bisa dihentikan. Ia pun mulai menggantikan perasaan yang hilang dengan perasaan baru—perasaan yang datang dari seorang siswa yang begitu menyukainya.
Dari kehangatan kelas, mereka berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar guru dan siswa. Ia pun mulai merasakan hal-hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dan di tengah perjalanan itu, ia pun merasakan bahwa kegilaan cinta itu memang tak bisa dihindari.