Setiap hari, dia kembali menghadapi kesengsaraan dalam perjalanan kereta bawah tanah yang penuh sesak. Dia adalah seorang wanita biasa yang bekerja sebagai pegawai kantoran (OL), yang setiap hari harus melalui kepadatan yang membuatnya tak nyaman. Dalam kesempatan itu, dia memilih untuk duduk di kereta khusus wanita, mengingat kejadian sepuluh tahun lalu ketika dia pernah disangka sebagai korban pelecehan seksual di dalam kereta campuran.
Namun hari ini, kepadatan itu tidak hanya membawa kesengsaraan, tetapi juga kesempatan. Di antara para penumpang, dia menemukan seorang lelaki yang terlihat cukup berani. Dia menyentuhnya, bahkan sampai menyebabkan kekacauan di dalam kereta. Namun, dia tidak hanya sekadar menghadapi perbuatan tak senonoh itu—dia justru merasakan kehangatan yang membuatnya merasa tertarik.
Dari satu sentuhan ke sentuhan lain, perlahan-lahan hubungan antara mereka menjadi semakin dekat. Dia merasakan kehangatan dari lelaki itu, bahkan sampai ke dalam hatinya. Dalam suasana yang semakin panas, dia pun tak bisa menahan diri lagi. Dari perjalanan kereta yang biasa, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang tak terduga.
Dari satu sentuhan di dalam kereta, hingga akhirnya mereka berada di tempat yang lebih intim, hubungan mereka pun berkembang. Dia merasakan kehangatan yang datang dari lelaki itu, bahkan sampai ke dalam dirinya. Dari kepadatan dalam kereta hingga ke dalam kamar, mereka pun terus berinteraksi.
Dari satu hubungan yang dimulai dari perjalanan kereta, hingga akhirnya menjadi sesuatu yang tak terlupakan, perlahan-lahan dia pun merasakan kehangatan yang datang dari lelaki itu. Dari kepadatan dalam kereta hingga ke dalam kamar, mereka pun terus berinteraksi.
Dari satu hubungan yang dimulai dari perjalanan kereta, hingga akhirnya menjadi sesuatu yang tak terlupakan, perlahan-lahan dia pun merasakan kehangatan yang datang dari lelaki itu. Dari kepadatan dalam kereta hingga ke dalam kamar, mereka pun terus berinteraksi.