Takeru-kun, seorang pelajar yang sedang bersiap menghadapi ujian, tampaknya lebih tertarik menghabiskan waktunya untuk menonton video grafia idol daripada belajar. Tablet yang dibelikan oleh orang tuanya justru lebih sering digunakan untuk keperluan yang tidak terduga. Namun, nasibnya berubah ketika ia bertemu dengan seorang guru privat yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki kecantikan yang menarik perhatian Takeru-kun. Dari hari ke hari, ia terus menghindari belajar, menggantinya dengan perhatian yang terus meningkat terhadap guru tersebut. Ia bahkan mulai merasa bahwa kehadiran guru itu justru mengganggu fokusnya dalam belajar.
Pertemuan mereka berawal dari sebuah kesepakatan sederhana: guru itu akan membantunya belajar, asalkan Takeru-kun bersikap jujur dan tidak malas. Namun, semangat belajar Takeru-kun justru semakin terganggu oleh perasaan yang muncul setiap kali guru itu datang. Ia mulai merasa bahwa kehadiran guru itu justru membuatnya semakin sulit untuk fokus. Bahkan, saat guru itu mengajar, Takeru-kun tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh atau menikmati kehadiran guru itu.
Seiring berjalannya waktu, hubungan antara Takeru-kun dan gurunya semakin mendalam. Mereka tidak hanya terikat oleh keinginan untuk meningkatkan nilai Takeru-kun, tetapi juga oleh perasaan yang muncul di antara mereka. Meski begitu, Takeru-kun tetap berusaha untuk belajar keras agar bisa menghadapi ujian dengan baik. Namun, perasaan yang terus tumbuh justru membuatnya semakin sulit untuk fokus.
Akhirnya, setelah berbagai usaha dan kehadiran guru yang menarik, Takeru-kun berhasil mencapai nilai yang cukup baik. Ia pun merasa bahwa kehadiran guru itu justru menjadi penyebab keberhasilannya. Ia pun menyadari bahwa perasaan yang terus tumbuh antara mereka justru menjadi hal yang menarik dan membuatnya semakin bersemangat. Dengan keberhasilan yang ia capai, Takeru-kun pun berharap bisa terus belajar bersama guru itu, dan menjadikan hubungan mereka sebagai bagian dari perjalanan belajarnya.