Di dalam satu perjalanan ke spa pada musim gugur, Yamada-san, Sae, dan Emi-san bersenang-senang bersama di sebuah penginapan yang dikelola oleh nenek mereka. Nenek itu menyambut mereka dengan hangat, memberi kebebasan untuk menikmati waktu bersama. Tapi di balik kegembiraan itu, hubungan antara Yamada-san dan Emi-san mulai menjadi lebih dalam, sedangkan Sae mulai merasakan rasa iri.
Emi-san pun mulai menunjukkan perhatiannya kepada Yamada-san, bahkan sampai berani menyatakan bahwa ia sudah tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi, karena ia mulai mengonsumsi obat untuk mencegah kehamilan. Ia pun menunjukkan kepercayaannya dengan membiarkan Yamada-san masuk ke dalamnya secara penuh, bahkan sampai ia mengatakan, "Biar aku memberimu kebahagiaan penuh."
Permainan mereka pun semakin memanas. Yamada-san yang sebelumnya hanya sekadar tertarik pada Emi-san, kini mulai semakin terangsang. Ia pun membalas perhatian Emi-san dengan cara yang cukup menggoda, bahkan sampai ia menyatakan bahwa ia pun sudah mengikuti latihan kebugaran agar bisa memberikan kepuasan penuh kepada Emi-san. Kedua orang itu pun saling memuji, saling menantang, dan saling menunjukkan perhatian.
Tapi jangan lupa, Sae pun tidak kalah. Ia pun ikut menunjukkan perhatiannya kepada Yamada-san, bahkan sampai mengatakan bahwa ia pun sudah mempersiapkan diri untuk memberikan kebahagiaan penuh. Kedua wanita itu pun saling bersaing, saling membangkitkan perasaan, sampai akhirnya mereka pun berduet dalam memperhatikan Yamada-san.
Perjalanan mereka pun berlanjut hingga ke malam hari. Mereka menikmati makanan lezat, minum anggur khas daerah itu, dan akhirnya kembali ke kamar untuk melanjutkan permainan mereka. Emi-san dan Sae pun saling bersaing, saling memuji, sampai akhirnya mereka pun berdua memberikan kebahagiaan penuh kepada Yamada-san.
Perjalanan spa itu pun berakhir dengan kelelahan yang luar biasa. Tapi mereka pun berjanji akan kembali bersama, karena mereka tahu, ini baru awal dari petualangan mereka.